Ingat, Lampu Rem Kendaraan Mati Berpotensi Menyebabkan Tabrakan Beruntun



Walau terlihat sepele, keberadaan lampu rem ternyata memegang peranan yangpaling vital dalam keselamatan berkendara di jalan raya.

Ketika lampu rem mati maka perlengkapan komunikasi yang memberi informasiuntuk kendaraan di belakang menjadi tidak berfungsi. Akibatnya kendaraan di belakang tidak mengetahui kendaraan di depan sedang mengurangi kecepatan.

Dikutip AstraWorld, bila lampu rem kendaraan anda mati, ini bisa berpotensi terjadinya tabrakan beruntun, terlebih bila sedang melaju di jalan tol yang rata-rata kecepatannya tinggi.

Di samping untuk mencegah terjadinya tabrakan, lampu rem jugabermanfaat untuk menjaga jarak aman.

Lalu bagaimana mengetahui bila lampu rem kendaraan anda mati, sedangkan lampu tersebut posisinya berada di belakang?

Anda bisa melakukannya saat memanaskan mobil sebelum beraktivitas. Injak pedal rem saat mobil sedang parkir di garasi, lantas lihat cahaya di belakangnya dengan memanfaatkan pantulan cahaya dari lampu rem.

Jika cahayanya terang dari sisi kiri dan kanannya berarti lampu rem nyala. Selain itu di rumah, kita pun dapat memanfaatkan mobil belakang Anda saat macet di jalan dengan kiat yang sama.

Kenapa lampu rem bisa putus?

Kerusakan pada lampu rem biasanya terjadi pada bohlam lampu yang putus, mengidentifikasi lampu putus seringkali melulu terjadi pada salah satu sisi kiri atau kanan saja.

Anda dapat memeriksa warna bohlamnya. Jika warnanya hitam dan bagian bohlamnya tidak terhubung, itu menandakan bohlam putus. Jika lampu rem mati keduanya, ini disebabkan adanya sambungan yang kendor atau putus dari jalur kelistrikannya.

Cara pergantiannya mudah dan dapat dilaksanakan sendiri. Langkah kesatu, bukalah cover mikanya, putar dudukan bohlam dari balik belakang lampu remnya. Bila mengolah sendiri tetapi masih belum menyala, Anda bisa langsung membawanya ke bengkel sah terdekat.

Posting Komentar

0 Komentar