4 Hal Sepele yang Bisa Bikin Mesin Mobil Overheat



Pemilik mobil wajib menggarap pengecekan maupun perawatan secara rutin. Terlebih pada bagian mesin sebagai sumber tenaga.

Di samping itu, dengan perawatan secara teratur maka kendaraan akan lebih minim resiko serius, salah satunya disebabkan suhu temperatur mesin tinggi alias mesin panas atau dikenal juga dengan istilah engine overheat.

Seperti keterangan resmi Denso, suhu mesin kendaraan sangat panas dapat disebabkan sebab suhu pembakaran tidak didinginkan secara optimal.

Parahnya, bila urusan itu terjadi maka bukan tak mungkin dapat menyebabkan rusaknya komponen pada mesin kendaraan.

Jika dibiarkan maka bukan tak mungkin akan berkibat fatal,laksana mesin mati karena tidak berfungsinya sejumlah komponen mesin kendaraan, mulai dari piston yang terkunci atau klep yang bengkok akibat pemuaian.

Berdasarkan penjelasan dari Departement Manager Denso Sales Indonesia, Reinard Winardi, terjadinya mesin overheat bisa saja diakibatkan hal-hal yang dialami sepele.

“Sebagai pengendara, kamu wajib menggarap pengecekan dan perawatan kendaraan secara berkala. Jangan tunggu kendaraan rusak, baru datang ke bengkel. Lakukan preventive action untuk mengurangi risiko kerusakan saat di perjalanan,” katanya.

Adapun hal-hal sepele tersebut antara lain:

1. Motor fan mati

Untuk mendinginkan radiator, dibutuhkan sirkulasi udara yang diperoleh oleh motor fan. Jika motor fan mati, maka tidak ada aliran udara yang mendinginkan coolant pada radiator.

Sehingga suhu mesin akan tetap panas karena coolant tidak dapat menenangkan suhu mesin. Akibatnya, temperatur di ruang bakar mesin tetap panas dan dapat mengakibatkan overheat pada mesin.

2. Radiator Cap rusak atau Tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan

Hal ini disebabkan oleh salah satu komponen bahan dari cap (tutup) radiator berbahan dasar karet menjadi getas karena terkena panas coolant sampai-sampai tidak bisa mengatur tekanan di dalam radiator.

Dalam konteks lain, cap radiator harus sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Jika tidak sesuai, maka valve di cap radiator tidak akan terbuka ketika tekanan radiator tinggi yang diakibatkan suhu mesin yang panas. Hal ini dapat mengakibatkan engine overheat karena sirkulasi coolant tidak bekerja maksimal.

3. Radiator bocor

Biasanya disebabkan oleh korosi pada kisi-kisi radiator. Ini diakibatkan radiator diisi di samping air radiator (coolant). Kandungan oksigen dalam air bertemu dengan logam dan terjadilah reaksi kimia yang mengakibatkan korosi.

Karena korosi tersebut, radiator yang berbahan logam akan terkikis dan mengakibatkan kebocoran. Pada kebocoran ini, coolant menjadi terbuang sampai-sampai tidak cukup untuk mendinginkan suhu mesin kendaraan. Kalau coolant tidak mendinginkan mesin dalam waktu yang lama, dengan kata beda mesin dalam keadaan yang panas, maka bisa terjadi overheat.

4. Air radiator habis

Air radiator (coolant) dapat berakhir sebab penguapan akibat suhu mesin yang panas. Atau, terdapat kebocoran pada sistem sirkulasi radiator.

Hal ini dapat menyebabkan sistem sirkulasi diradiator tidak bekerja optimal. Jika air radiator menjadi sedikit, bahkan habis, maka suhu di mesin tidak dapat didinginkan. Lalu, yang terjadi merupakan percepatan engine overheat.

Posting Komentar

0 Komentar